Posted in Hijrah

Normal atau Caesar

Pahami Beberapa Sebab (Indikasi Medis) Ibu melahirkan secara SC ( dan Ibu tetaplah Ibu seutuhnya)
Salah satu topik dari berbagai sebab “Mommies War” selain ASI vs Sufor, FTM vs WM adalah mengenai Melahirkan Normal vs Caesar (SC). Sedihnya lagi beberapa waktu lalu di beranda FB saya dari seorang teman suvivor PPD (Post Partum Depression) saya baca “kesalahan murni” dari pihak Ibu tanpa paham sebab dari segi medis yang menyebabkan Ibu ybs harus melahirkan secara SC untuk menyelamatkan nyawa Ibu , bayinya, atau Ibu dan bayinya. 
Sehingga Ibu pasca melahirkan SC merasa bersalah, merasa menyesal tidak melakukan hal2 untuk mencegah persalinan SC nya, merasa tidak menjadi Ibu & perempuan “seutuhnya” dan bola salju membesar yaitu Ibu jadi stress, ASI nya mampet karena hormon oksitosin drop, hingga menderita baby blues syndrome hingga PPD, membenci dirinya hingga bayinya dan yang terberat menderita PPS (Post Partum Psychosis) yang dapat mengancam jiwa.
Yang perlu calon Ibu dan calon Ayah pahami sejak kehamilan adalah faktor-faktor resiko dari Ibu, dari bayi maupun dari Ibu dan bayi yang merupakan indikasi medis persalinan SC. 
Di mana persalinan SC dapat meningkatkan prosentasi keselamatan bayi serta Ibu. Hal ini perlu kerjasama yang baik antara calon orang tua dan tenaga kesehatan yang menangani (Dokter kandungan serta bidan, juga dokter anak). 
Jadi pemilihan melahirkan melalui SC bukan karena ingin calon anaknya lahir di TANGGAL CANTIK.
Dari berbagai sumber seperti ACOG (The American Congress of Obstetricians and Gynecologists) serta jurnal kesehatan yang dipublish US National Library of Medicine National Institutes of Health , dipaparkan sebagian besar penyebab persalinan SC sbb :
A. Penyebab Mutlak 
1. Disproporsi mutlak (Cephalopelvic disproportion / CPD) berupa kecilnya kepala panggul Ibu  sehingga menyebabkan persalinan normal (Vaginal birth) tidak memungkinkan.
2. Chorioamnionitis (amniotic infection syndrome) yaitu infeksi pada plasenta & kemungkinan juga pada janin sehingga memerlukan persalinan segera.
3. Eclampsia – Preeclampsia – HELLP syndrome. Salah satu jenis komplikasi kehamilan berupa tekanan darah tinggi pada Ibu hamil yang dapat menyebabkan gagal ginjal, gagal hati, pendarahan, kejang hingga koma.
4. Fetal asphyxia / acidosis , kondisi berbahaya pada janin di mana janin tidak mendapat cukup oksigen sehingga dapat mengakibatkan kerusakan organ seperti otak, paru-paru, ginjal dll hingga beresiko dilahirkan preterm.
5. Umbilical Cord Prolapse (UCP) / Prolaps tali pusat merupakan kondisi berbahaya karena bayi kekurangan oksigen karena tali pusat bayi melewati bagian terendah jalan lahir sebelum pecahnya ketuban.
6. Placenta pravia, kondisi ketika sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim.
7. Posisi bayi yang tidak normal di dalam rahim seperti sungsang.
8. Uterine rupture / robeknya rahim Ibu
B. Penyebab relatif
1. Bayi kemungkinan menderita acute hypoxia / fetal asphixia. Ketika fetal acidosis terjadi maka persalinan dilakukan segera baik secara suction &/ forcep / SC.
2. Proses persalinan yang panjang / berhenti (tidak ada kemajuan) – kontraksi yang tidak membuka leher rahim sehingga bayi tidak dapat turun menuju vagina Ibu.
3. Persalinan sebelumnya melalui SC.
Faktor-faktor resiko lain yang perlu untuk diketahui :
1. Ibu yang berusia > 35 tahun.
2. Ibu penderita diabetes mellitus / gestational diabetes yang tidak ditangani sehingga berat bayi > 4 kg (makrosomia).
3. Kehamilan multiple (kembar) 2, 3, dst.
4. Ibu menderita penyakit infeksi seperti penderita HIV, Herpes.
Dan sebab-sebab lainnya untuk didiskusikan dengan tenaga kesehatan. 
Jangan lupa lengkapi ilmu ASI nya karena persalinan SC beresiko pengeluaran kolostrum yang lebih sulit dibanding persalinan normal, juga tanyakan tipe bius (anestesinya) sehingga paham bila kondisi Ibu & bayi baik apakah bisa dilakukan IMD (Inisasi Menyusu Dini) Atau tidak.
Yang utama : Jaga pikiran tetap positif, bekali ilmu sebanyak2nya.
Note : I’m a happy mother with 2 Sons were delivered through SC.
#Stop Judging Start Supporting
http://www.acog.org/Patients/FAQs/Cesarean-Birth-C-Section
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4555060/
Image credit : The Asian Parent Indonesia
F.B. Monika

Posted in Hijrah

Luluh


#Rensta : @jmmiits : ‘Manusia diciptakan dalam keterbatasan dan kelemahan.

Allah berfirman,

وَخُلِقَ الإنْسَانُ ضَعِيفًا

Dan manusia dijadikan bersifat lemah. (QS. An-Nisa’: 28)

Oleh karena itu Allah memerintahkan mereka agar memasrahkan segala urusannya kepada Allah, bersandar dan bergantung pada-Nya. Kelemahan manusia mengharuskan mereka untuk meminta pertolongan kepada yang memiliki kekuatan, dan tidak ada daya dan kekuatan hanya milik Allah.

Jadilah manusia yang hanya menyandarkan kehidupannya pada Allah, maka kehidupan akan terasa mudah dan ringan. Ia hanya memiliki satu tuan, yaitu Allah Yang Maha Baik, Maha Lembut, Maha Kasih, Maha Cinta, Maha Pemaaf, dan Maha Pemurah.

#Tauji
#WeAreIntegrasi
#JMMIIntegrasi
#JMMI1617’ by @REnstapp