be Mine !! :: sebuah awalan insyaAllah selamanya, amiiin

Bismillah ….

Berstatus sebagai muslim karena kedua orangtua kita muslim adalah sebuah anugrah tersendiri. Tapi terkadang karena status itu pula kita meremehkan hal hal kecil yang berhubungan dengan keislaman kita. Kadang terasa esensi islam itu sendiri kurang meresap pada diri kita. Entahlah…

Mentoring, menjadi suatu kajian rutin yang wajib diikuti bagi setiap diri mahasiswa muslim ITS. Begitu juga aku. Saat itu, meski aku belum berjilbab, aku pun mengikutinya seperti teman-teman yang lain. Saat mentoring aku memakai jilbab, dan sesudahnya aku lepas kembali. Mungkin terdengar sangat naïf, tapi tujuan sebenarnya adalah aku berusaha untuk menghormati teman-teman yang sudah berjilbab, selain juga karena suruhan dari mb mentor sih, hehehe daripada harus pake mukenah hayoo. Kalo menurutku, memakai mukenah pada saat mentoring itu sangatlah tidak nyaman, selain berbeda dengan pakaian teman-teman yang lain, ukuran mukena juga terlalu besar, sehingga aku merasa tidak nyaman. Na, dari itu mangkanya aku pakai pakaian muslimah seperti teman-teman yang lain.

Pada saat itu, berdekatan dengan bulan kelahiranku, Mei. Seperti biasa aku melakukan aktifitasku sebagai mahasisiswi. Sehabis kuliah TPB di UPMB aku berkunjung ke perpustakaan. Habis dari itu aku berjumpa dengan seorang teman, suit suit tapi ia bersama ehem cowoknya, karena ia sedang sibuk kelihatannya maka aku hanya sekedar menyapa saja. Hai…

Lantas aku melanjutkan jalan-jalanku di siang hari itu. Aku melihat ada dua orang sedang menyebarkan selebaran. Keduanya adalah perempuan sebayaku mungkin, atau lebih muda sedikit. Aku melanjutkan langkahku, tapi … eittt kedua orang itu tiba-tiba menyalipku dan memberikan selebarannya kepadaku. Tentu saja, aku sangat berantusias untuk menerimanya. Tanpa aku baca terlebih dulu. Dua orang itu berlalu dengan santainya, innocent. Beberapa detik kemudian aku membaca selebaran itu. Aku baca per detailnya. WHAT? PEMBABTISAN? SO…. OMG seketika juga aku merasa marah, lucu, kecewa, aneh, dan segelintir perasaan yang lebih rumit dari soal kalkulus. Sambil masih membawa selebaran itu aku tertawa kecil di jalan. Di pikiranku terbayang pembabatisan di gereja X pada hari minggu ini. Karena aku tipe orang yang agak konyol, terbersit di pikiranku untuk mendatangi pembabtisan itu dan marah-marah terhadap orang yang dengan sembrononya ngasih selebaran itu ke aku. Lawong aku Muslim kok mau diBaptis? Ada ada aja ni orang. Eittt,,, aku Muslim? Kalo begitu, aku pikir mereka tidak bersalah sebenarnya. Tanya kenapa? Mungkin mereka tidak tahu. Tidak tahu kalau aku adalah seorang Muslim sejak orok. Kenapa mereka tidak tahu? Karena mereka tidak bertanya padaku, Ah mungkin juga karena aku yang keterlaluan menyembunyikan identitasku sebagai Muslimah ITS. Berbicara tentang identitas seorang muslimah aku jadi teringat sesuatu, Ya JILBAB. Haduwh,,, apakah ini semacam petunjuk dari ALLAH SWT agar aku mau menunjukkan identitasku? Ah, tapi kenapa malaikat harus menyindirku dengan cara begini. Benar-benar merasa tersungging. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, identitasku sebagai Muslim dipertanyakan. Aku pikir ini sangatlah keterlaluan, kenapa? Karena meski aku tidak memakai jilbab toh aku seorang muslim yang Alhamdulillah tetep sholat, puasa, ngaji dsb. Apanya yang salah? Lawong cuma g berjilbab doang kok. Aku melakukan pembelaan terhadap argumenku. Huft, lagian masih banyak di luar sana berjilbab tapi hatinya tidak. Ditambah lagi menurutku, berjilbab itu adalah perkara yang berat dan sulit. Jibab adalah suatu identitas yang kental dengan orang-orang religius, islami, dan segala sesuatu hal yang baik, tidak patut berbuat yang tidak berkualitas. Pasti kalo ada orang melihat orang berjilbab tapi memiliki tindakan yang tak patut, pasti yang dikomentari pertama kali adalah jilbabnya. Pasti itu!!

Tak terasa sambil mengomel sendiri itu, langkah kakiku mengantarkanku pada masjid Manarul Ilmi. Waktu itu hampir sholat dhuhur jadi aku putuskan untuk istirahat disana saja. Sambil aku renungkan maksud dari sindiran malaikat ini… walaupun aku coba untuk cuek saja, tetap saja aku memikirkan hal itu.

Waktu berlalu dan aku masih tak dapat menemukan jawaban dari peerku ini. Aku pikir ini adalah suatu yang berat dan tidak dapat aku selesaikan sendiri, aku butuh baceman. Ya ya. Kemudian aku bercerita kepada beberapa teman yang aku anggap lebih dewasa dari segi pemikiran daripada aku. Namun jawaban mereka bermacam-macam antara lain:

“y, udah tunggu apa lagi, ayok berjilbab” tanggapanku “haduwh, hatiku belum siap.. berat rasanya”

“tunggu sampai kapan?kita lho g tau apa yang akan terjadi hari esok, apakah kita masih dapat bernafas atau tidak?”, tanggapanku “hadewh, minta nasehat kok malah disumpahin mati”(dasar, akunya emang bandel, hehehehe)

Lalu tanya lagi, kata temenku “wo, kamu emang agak Chinese gitu,matamu kan sipit, makanya mereka pikir kamu Christian”, tanggapanku,”hadewh, Chinese dari Hongkong, kulitku lho sawo matang gini. Benar-benar g masuk akal, tapi Thx atas pujiannya, hehehe”

Dari berbagai baceman dari temenku tadi. Aku masih belum merasa sreg. Berarti masalah ini emang peer buat aku sendiri dan bukan orang lain.

Lalu aku pikir-pikir lagi… hmmmmmmmmmmmmmmmmm Berjilbab? Why not?  kalau aku harus berjilbab maka aku harus berjilbab untuk seterusnya. Tapi siapkah hatiku dengan ini semua? Why not? Muslim is me, so why I did’nt wear hijabbed? Lagian berjilbab kan juga merupakan kewajiban. Aku pikir tak ada salahnya. Dengan niat untuk meluruskan diri dan hati, juga ingin lebih mengenal Islam maka mulai 17mei2010 aku memutuskan untuk memakainya. Mulanya aku kerepotan karena aku hanya memiliki sedikit pakaian yang panjang dan longgar. Tapi Alhamdulillah sekarang inventaris jilbab dan pakaian muslimahku lumayan banyak. Tapi tidak untuk dipinjamkan, hehehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s